NILAI
SENTRAL
Adalah
nilai dalam rangkaian data yang dapat mewaliki rangkaian data tersebut. Suatu
nilai dapat disebut sebagai nilai sentral apabila memiliki persyaratan sebagai
berikut:
1. Nilai
sentral harus dapat mewakili rangkaian data
2. Perhitungannya harus didasarkan pada seluruh data
3. Perhitungannya
harus obyektif
4. Perhitungannya
mudah
5. Dalam satu rangkaian data hanya ada satu nilai sentral
1. Rata -rata hitung ( mean )
Mean adalah nilai rata-rata dari
beberapa buah data. Nilai mean dapat ditentukan dengan membagi jumlah data
dengan banyaknya data.
Mean (rata-rata) merupakan suatu ukuran pemusatan data. Mean suatu data juga merupakan statistik karena mampu menggambarkan bahwa data tersebut berada pada kisaran mean data tersebut.
Mean (rata-rata) merupakan suatu ukuran pemusatan data. Mean suatu data juga merupakan statistik karena mampu menggambarkan bahwa data tersebut berada pada kisaran mean data tersebut.
a) Rumus Mean Hitung dari Data
Tunggal
b) Rumus Mean Hitung Untuk Data yang
Disajikan Dalam Distribusi Frekuensi
X
= Rata-Rata
∑ =
Jumlah
n
= Jumlah Frekuensi /banyaknya data
Rumus
: X =∑X/N
2. Median
Median menentukan letak tengah data
setelah data disusun menurut urutan nilainya. Bisa juga nilai tengah
dari data-data yang terurut. Simbol
untuk median adalah Me. Dengan median Me, maka 50% dari banyak data
nilainya paling tinggi sama dengan Me, dan 50% dari banyak data nilainya paling
rendah sama dengan Me. Dalam mencari median, dibedakan untuk banyak
data ganjil dan banyak data genap. Untuk banyak data ganjil,
setelah data disusun menurut nilainya, maka median Me adalah data yang terletak
tepat di tengah. Median bisa dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
Variansi merupakan salah satu ukuran sebaran yang paling sering digunakan dalam
berbagai analisis statistika. Standar deviasi merupakan akar kuadrat positif
dari variansi. Secara umum, variansi dirumuskan sabagai berikut:
Rumus = (n+1)/2
Contoh 1 :
5 7 8 9 10 11 15
Contoh 2:
2 3 5 7 8 9 11 14
Contoh 3 :
Dari lima kali kuiz statistika,
seorang mahasiswa memperoleh nilai 82, 93, 86, 92, dan 79. Tentukan median
populasi ini!
Jawab: Setelah data disusun dari yang terkecil sampai terbesar,
diperoleh 79 82 86 92 93, Oleh karena itu medianya adalah 86
Selain itu juga dapat dicari median
dari data yang telah tersusun dalam bentuk distribusi frekuensi.
Rumus yang digunakan ada dua,
yaitu:M = Bak + c 
Dimana :
Bak = batas kelas atas median
c = lebar kelas
s’ = selisih antara nomor frekuensi
median dengan frekuensi kumulatif sampai kelas median
fM = frekuensi kelas median
Sebelum menggunakan kedua rumus di
atas, terlebih dahulu harus ditentukan kelas yang menjadi kelas median. Kelas
median adalah kelas yang memuat nomor frekuensi median, dan nomor frekuensi
median ini ditentukan dengan membagi keseluruhan data dengan dua.
3. Modus
Modus adalah nilai yang sering
muncul. Jika kita tertarik pada data frekuensi, jumlah dari suatu nilai dari kumpulan
data, maka kita menggunakan modus. Modus sangat baik bila digunakan untuk data
yang memiliki sekala kategorik yaitu nominal atau ordinal.
Sedangkan data ordinal adalah data
kategorik yang bisa diurutkan, misalnya kita menanyakan kepada 100 orang tentang
kebiasaan untuk mencuci kaki sebelum tidur, dengan pilihan jawaban: selalu (5),
sering (4), kadang-kadang(3), jarang (2), tidak pernah (1). Apabila kita ingin
melihat ukuran pemusatannya lebih baik menggunakan modus yaitu yaitu jawaban
yang paling banyak dipilih, misalnya sering (2). Berarti sebagian besar orang
dari 100 orang yang ditanyakan menjawab sering mencuci kaki sebelum tidur.
Inilah cara menghitung modus:
1.
Data yang belum dikelompokkan
Modus dari data yang belum dikelompokkan adalah ukuran yang memiliki frekuensi tertinggi. Modus dilambangkan mo.
Modus dari data yang belum dikelompokkan adalah ukuran yang memiliki frekuensi tertinggi. Modus dilambangkan mo.
2.
Data yang telah dikelompokkan
Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung dengan rumus:
Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung dengan rumus:
Contoh :
3 2
2 2
4 5
Modus = 2
Dengan :
Mo = Modus
L = Tepi
bawah kelas yang memiliki frekuensi tertinggi (kelas modus)
i = Interval kelas
b1=
Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya
b2 =
frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sesudahnya
Contoh:
Sumbangan
dari warga Bone pada hari Sumpah Pemuda tercatat sebagai berikut: Rp 9.000, Rp
10.000, Rp 5.000, Rp 9.000, Rp 9.000, Rp 7.000, Rp 8.000, Rp 6.000, Rp 10.000,
Rp 11.000. Maka modusnya, yaitu nilai yang terjadi dengan frekuensi paling
tinggi, adalah Rp 9.000.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar